Menggaet Pria Mapan, Matre atau Realistis?

|
Menentukan pasangan hidup perlu pertimbangan. Tak hanya finansial, tapi juga kepribadian.
Bibit, bebet, bobot, kerap menjadi pertimbangan sebelum memutuskan menikah. Bibit, melihat genetika atau asal-usul pasangan. Bebet, dengan siapa atau dalam lingkungan seperti apa pasangan hidup. Dan bobot, nilai pribadi yang menyangkut kepribadian, gaya hidup, pendidikan, juga pekerjaan pasangan.

Love And Money

Dari semua itu, faktor pekerjaan tak jarang memunculkan isu sensitif. Banyak wanita dipandang negatif ketika menempatkan faktor pendapatan pasangan sebagai pertimbangan utama, sebelum memutuskan mengubah status nona menjadi menjadi nyonya.

Predikat cewek matre dengan mudah tersemat pada mereka yang memburu pria mapan sebagai pasangan hidup. Mereka tercitra sebagai wanita yang mata duitan, tak mau hidup susah, dan yang paling parah dianggap menikah hanya karena harta pasangan.

Salahkah mempertimbangkan kemapanan pasangan? E Philip Rice, penulis buku 'Intimate Relationships, Marriages & Family', mengatakan bahwa wanita yang memiliki pertimbangan itu tak berarti matre. Mereka justru realistis karena menginginkan keamanan secara finansial setelah menikah.

Pria mapan dalam konteks ini relatif. Tak melulu sosok pria kaya raya dengan harta melimpah dan bergelimah kemewahan, tapi sebatas memiliki bidang pekerjaan yang stabil yang dapat menghidupi keluarga di masa depan.

Seperti dikutip dari laman Shine, survei majalah Money memperlihatkan bahwa wanita cenderung berpikir jangka panjang atas hidupnya, seperti menghadapi inflasi dan kebutuhan hidup di masa depan, seperti biaya pendidikan anak. Bukan semata memikirkan kebutuhan konsumtif.

Kecenderungan mencari rasa aman untuk jangka panjang itulah yang kemudian mendorong wanita mempertimbangkan pendapatan pasangan sebelum menikah. Survei menunjukkan bahwa wanita cenderung merasa tak memiliki kemampuan menghasilkan uang.

Rice sepakat bahwa dalam menentukan pasangan hidup perlu pertimbangan matang. Tak melulu soal finasial, tapi juga perhitungan mengenai kepribadian dan karakter pasangan. Sejumlah pertimbangan ini menjadi ‘investasi’ berharga karena memudahkan adaptasi setelah menikah.

VIVAnews

10 komentar:

Rama Arif Maulana said...

Pertamax... Wah Nice Post sob...
Izin nyimak Artikelnya :)
Absen pagi

Asis Sugianto said...

ada gak yach yang bisa menggaet sy???

Arman said...

@Rama, Thank Sob silahkan :)

@Asis, Ada sob pacar ente sob :D

iskaruji dot com said...

Sepertinya memang realistis Sob...setiap wanita tentunya ingin berubah tangga demi masa depan. Apa aja yg dibayangin tentang masa depan, termasuk salah satunya duit, merupakan realita...nice post and happy blogging

Arman said...

@iskaruji, iya bener juga sob

Kang Farhan said...

artikel yang bagus bang...selalu ada niat dibalik semua itu yg penting...hahayyy

Arman said...

@Kang, thank kang, iya kang dan semoga saja niat itu baik hahay :D

Cilembu thea said...

manusiawi dan cerdas menurutku kalau wanita sekarang cenderung seperti itu, justru mendorong para kaum laki untuk memapankan diri dulu agar kelak bisa hidup langgeng dalam berumah tangga, tentu tidak lupa juga agar tetap wanita itupun harus bisa bersyukur dong.

Arman said...

@Cilembu, iya setuju kang, hal ini bisa dijadiin motivasi hidup yang lbh baik para lelaki

tachometer said...

lg nyimak nih...

Post a Comment

Silahkan kalian berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam. Saya Lagi Bermasalah Dengan Adsense, Saya izin Vakum Ngeblog Dulu Sobat Buat Nyari Solusi!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...